Kamis, 05 April 2012

Makalah Biologi Penelitian Jagung

SRI RESKY MORDIAN AZRA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan lengkap hasil penelitian ini tepat pada waktunya. Maksud dan tujuan dari pembuatan laporan  ini tidaklah lain untuk melengkapi tugas yang diberikan oleh guru pembimbing.
Tak lupa kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada guru pembimbing mata pelajaran Biologi Drs. Syarifuddin atas petunjuk dan bantuannya dalam menyelesaikan laporan ini. Selain itu, terima kasih juga kami ucapkan kepada segenap pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan ini baik yang secara langsung maupun tidak langsung.
Demikian yang dapat kami sampaikan sebagai pengantar. Besar harapan kami untuk bisa memperoleh masukan, saran, dan kritik yang sifatnya membangun dari siapapun yang membaca laporan ini demi kesempurnaan penyusunan laporan berikutnya. Sekian dan terima kasih.

Bantaeng,   Maret 2012
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL                                                                                                i
KATA PENGANTAR                                                                                            ii
DAFTAR ISI                                                                                                          iii
BAB I PENDAHULUAN                                                                                        1
A.    Latar Belakang                                                                                          1
B.     Rumusan Masalah                                                                                     2
C.     Tujuan Penelitian                                                                                      2
D.    Manfaat Penelitian                                                                                    2
BAB II LANDASAN TEORI                                                                                  3
A.    Pengertian Pupuk Urea                                                                             3
B.     Kegunaan Pupuk Urea                                                                              3
C.     Asal Usul Tanaman Jagung                                                                       4
D.    Deskripsi Tanaman Jagung                                                                       5
E.     Ciri-Ciri dan Klasifikasi Tanaman Jagung                                                7
F.      Kandungan Gizi Jagung                                                                           8
G.    Pemanfaatan Tanaman Jagung                                                                  9
BAB III HIPOTESIS                                                                                             10
A.    Hipotesis Nol (H0)                                                                                 10
B.     Hipotesis Alternatif (H1)                                                                       10
BAB IV METODE PENELITIAN                                                                       11
A.    Tempat dan Waktu Penelitian                                                                 11
B.     Alat dan Bahan                                                                                       11
C.     Cara Kerja                                                                                               11
D.    Unit Percobaan                                                                                        12
E.     Perlakuan dan Taraf Perlakuan                                                                12
F.      Variabel                                                                                                   12
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN                                                                 13
A.    Tabel Hasil Penelitian                                                                               13
B.     Pembahasan                                                                                              14
BAB VI PENUTUP                                                                                                  16
A.    Simpulan                                                                                                  16
B.     Saran                                                                                                        17
DAFTAR PUSTAKA                                                                                             18
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Jagung Zea mays L. Merupakan tanaman berumah satu Monoecious dimana letak bunga jantan terpisah dengan bunga betina pada satu tanaman. Jagung termasuk tanaman C4 yang mampu beradaptasi baik pada faktor-faktor pembatas pertumbuhan hasil. Daun tanaman C4 sebagai agen penghasil fotosintat yang kemudian didistribusikan, memiliki sel-sel seludang pelbuluh yang mengandung klorofil. Di dalam sel ini terjadi dekarboksilasi malat dan aspartat yang menghasilkan CO2 yang kemudian memasukki siklus calvin membentuk pati dan sukrosa. Di tinjau dari segi kondisi lingkungan, tanaman C4 teradaptasi pada terbatasnya banyak faktor seperti intensitas radiasai surya tinggi dengan suhu siang dan malam yang tinggi, curah hujan yang rendah dengan cahaya musiman tinggi disertai suhu yang tinggi, serta kesuburan tanah yang relatif rendah.
Sifat-sifat menguntungkan dari jagung sebagai  tanaman C4 antara lain aktifitas fotosintesis pada keadaan normal relatif tinggi, fotorespirasi sangat rendah, transpirasi rendah serta efisien dalam penggunaan air. Sifat-sifat tersebut merupakan sifat fisiologis dan anatomis yang sangat menguntungkan dalam kaitannya dengan hasil.


Tanaman Jagung telah lama dibudidayakan di Indonesia, akan tetapi rata-rata hasilnya relatif lebih rendah, rendahnya hasil jagung terutama disebabkan oleh
pengelolaan tanah dan tanaman yang belum mencapai kondisi optimal bagi pertumbuhannya, seperti pemupukan yang belum memadai dan kondisi lahan yang bersifat masam.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman jagung?
2.      Bagaimanakah pegaruh tanaman tanpa pemberian pupuk urea?

C.    Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays).

D.    Manfaat Penelitian
Manfaat yang kita ambil adalah kita dapat mengetahui pengaruh pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays).





BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Pengertian Pupuk Urea
Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.

B.     Kegunaan Pupuk Urea
Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
1.      Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa.
2.      Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain).
3.      Menambah kandungan protein tanaman.
4.      Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan.

C.    Asal Usul Tanaman Jagung
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu.
Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung budidaya (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7.000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana.
Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman.

D.    Deskripsi Tanaman Jagung
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.
Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).

E.     Ciri-Ciri dan Klasifikasi Tanaman Jagung
1.      Ciri-Ciri Tanaman Jagung
a.       Panjang
b.      Berisi
c.       Ada buahnya
2.      Klasfikasi Tanaman Jagung
a.       Kerajaan: Plantae
-          (tidak termasuk) Monocots
-          (tidak termasuk) Commelinids
b.      Ordo: Poales
c.       Famili: Poaceae
d.      Genus: Zea
e.       Spesies: Z. mays
f.       Nama: binomial





F.     Kandungan Gizi Jagung
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin.
Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa. Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah :
a.       Kalori                    : 355 Kalori
b.      Protein                   : 9,2 gr
c.       Lemak                   : 3,9 gr
d.      Karbohidrat           : 73,7 gr
e.       Kalsium                 : 10 mg
f.       Fosfor                    : 256 mg
g.      Ferrum                   : 2,4 mg
h.      Vitamin A             : 510 SI
i.        Vitamin B1           : 0,38 mg
j.        Air                         : 12 gr
Dan bagian yang dapat dimakan 90 %. Untuk ukuran yang sama, meski jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang lebih banyak. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari.

G.    Pemanfaatan Tanaman Jagung
Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan. Produksi jagung dan perdagangan dunia
Provinsi penghasil jagung di Indonesia : Jawa Timur : 5 jt ton; Jawa Tengah : 3,3 jt ton; Lampung : 2 jt ton; Sulawesi Selatan: 1,3 jt ton; Sumatera Utara : 1,2 jt ton; Jawa Barat : 700 – 800 rb ton, sisa lainnya (NTT, NTB, Jambi dan Gorontalo) dengan rata-rata produksi jagung nasional 16 jt ton per tahun
Produsen jagung terbesar saat ini adalah Amerika Serikat (38,85% dari total produksi dunia), diikuti China 20,97%; Brazil 6,45%; Mexico 3,16%; India 2,34%; Afrika Selatan 1,61%; Ukraina 1,44% dan Canada 1,34%. Sedangkan untuk negara-negara Uni Eropa sebanyak 7,92% dan negara-negara lainnya 14,34%. Total produksi jagung pada tahun 2008/2009 adalah sebesar 791,3 juta MT.
BAB III
HIPOTESIS
A.    Hipotesis Nol (H0)
Tidak ada pengaruh pupuk urea yang digunakan dalam pemberian pupuk terhadap tanaman jagung.

B.     Hipotesis Alternatif (H1)
Ada pengaruh pemberian pupuk urea yang digunakan terhadap pertumbuhan tanaman jagung.

















BAB IV
METODE PENELITIAN
A.    Tempat dan Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian Pertumbuhan Tanaman Jagung dilakukan di :
-          Alamat                  : BTN.Arakeke
-          Hari/Tanggal         : Minggu, tanggal 11 Desember 2011
-          Pukul                     : 10:15 WITA.

B.     Alat dan Bahan
-          Poly bag                                              -Pupuk urea
-          Tanah                                                  - Alat tulis
-          Mistar
-          Benih jagung
-          Air

C.    Cara Kerja
-          Siapkan semua alat dan bahan yang dubutuhkan.
-          Salah satu poly bag diberikan pupuk urea.
-          Memasukkan benih jagung ke dalam media yang telah di sediakan.
-          Melakukan penyiraman setiap hari agar tanaman tetap tumbuh.
-          Mengukur tinggi tanaman sekali dalam sehari.


D.    Unit Prcobaan
Unit percobaan ini menggunakan poly bag sebanyak 4 buah.

E.     Perlakuan dan Taraf Perlakuan
Pada penelitian dengan judul “Pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays)”, perlakuannya adalah pemupukan.
Pada judul penelitian tersebut, taraf perlakuannya adalah pada tanaman P0 tidak diberi pupuk, P1 diberi pupuk 50 gram, P2 diberi pupuk 100 gram, P3 diberi pupuk 150 gram.
Pengamatan di lakukan setiap hari dengan mengamati tinggi tanaman, fisik tanaman dan berat tanaman jagung (Zea mays).

F.            Variabel
a.       Variabel bebas                               : Pupuk urea
b.      Variabel terikat                             : Pertumbuhan jagung
c.       Variabel antara                              : Air, tanah, cahaya
d.      Variabel terkontrol                        : Yang tidak diberi pupuk







BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.          Tabel  Hasil Penelitian
Tabel pengamatan yang menunjukkan tinggi tanaman jagung untuk setiap perlakuan.
B.     Pembahasan
Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays) yang terbaik berada pada perlakuan P0 (tanpa pupuk) dan P1 (50 gram) dengan pemakaian pupuk urea, dimana hasil pertumbuhannya yaitu jumlah daun 5 helai, daun pinggir menguning 1 helai, daun menggulung tidak ada, dan daun segar 4 helai. Pada perlakuan P0 (tanpa pupul) tidak terdapat penambahan hara sedangkan pada perlakuan P1(50 gram) terdapat penambahan hara walaupun cara perlakuan atau perawatan sama menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak sama. Hal ini sesuai pendapat Hakim. N, dkk (1986) bahwa analisa tanaman didasarkan pada asumsi jumlah unsur hara yang terdapat dalam tanah. Dari analisa tanaman akan di dapatkan suatu kadar dari unsur tertentu dalam tanaman. Kadar tersebut kemungkinan berada pada suatu titik yang kritis, dimana telah diperlukan tambahan unsur tersebut melalui pupuk. Jika perlakuan penanaman tanpa penambahan unsur hara dengan cara pemupukan maka kebutuhan tanaman akan unsure hara menjadi kurang tersedia, sehingga pertumbuhan tanaman kurang subur.
Jumlah daun pada perlakuan P2 (100 gram) dan P3 (150 gram) sebanyak 3 helai, Hal ini disebabkan karena tanaman kelebihan N (Nitrogen) sehingga menghambat pertumbuhan tanaman, dimana batang-batang lemah dan mudah roboh juga rentang terhadap penyakit. Hal ini sesuai dengan pendaapat Poerwowidodo (1992) yang menyatakan bahwa kekahatan atau defisiensi nitrogen menyebabkan proses pembelahan sel terhambat dan akibatnya menyusutkan pertumbuhan. Selain itu, ikatan senyawa protein menyebabkan kenaikan nisbah C/N (organik) dan kelebihan karbohidrat ini akan meningkatkan kandungan selulosa dan lignin. Ini menyebabkan tanaman jagung tampak tidak sama rata dan sudut terhadap batang sangat runcing.
Faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman yaitu tersedianya unsure hara, dimana tanaman akan tumbuh subur atau tumbuh secara optimal dengan penambahan hara yang dibutuhkan tanaman berada dalam keadaan cukup tersedia dalam tanah. Selain itu, faktor pemupukan juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Dalam melakukan pemupukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu, jenis tanaman yang akan dipupuk, jenis pupuk yang akan digunakan, jenis tanah yang akan dipupuk, dosis pupuk yang diberikan, waktu pemupukan serta cara-cara pemupukan.


BAB VI
PANUTUP
A.    Simpulan
1.      Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman.
2.      Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok.
3.      Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
4.      Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik.
5.      Pada perlakuan P0 (tanpa pupuk) dan P1 (50 gram) dengan pemakaian pupuk urea, dimana hasil pertumbuhannya yaitu jumlah daun 5 helai, daun pinggir menguning 1 helai, daun menggulung tidak ada, dan daun segar 4 helai.
6.      Jumlah daun pada perlakuan P2 (100 gram) dan P3 (150 gram) sebanyak 3 helai, Hal ini disebabkan karena tanaman kelebihan N (Nitrogen) sehingga menghambat pertumbuhan tanaman, dimana batang-batang lemah dan mudah roboh juga rentang terhadap penyakit.

B.     Saran
Apabila melakukan penanaman, sebaiknya memperhatikan terlebih dahulu jenis tanaman yang akan ditanam, media atau tempat menanam. Karena kebutuhan tanaman akan unsur hara dan bahan organik  berbeda-beda, begitu pula dengan tanah mengandung unsur hara yang berbeda pula, sehingga pemberian pupuk pada tanah dan tanaman berbeda-beda.
DAFTAR PUSTAKA
AAK, 1993. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Kanisius, Jakarta.
Aditya, Agus. 2009. Pengaruh Pupuk Urea. Di akses pada tanggal 28 Januari 2012.
Hakim, N. 1896. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung, Lampung.
Harry, Dwi. 2010. Asal Usul Tanaman Jagung. Di akses pada tanggal 28 Januari
2012.
Poerwowidodo. 1992. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT. Asdi Mahasatya, Jakarta.


9 komentar:

  1. bagus sih
    tapi kok gak ada tabel pengamatannya?

    BalasHapus
  2. ->Tabelx udah nggak ada de'...
    Soalx fileq udah terhapus....

    -> emang panjang de' sesuai dengan hasil penelitian penjelasanx sepanjang itu...

    BalasHapus
  3. jadi dari kesimpulan yang disitu tanaman jagung yang diberi pupuk bertambah tinggi gak?

    BalasHapus
  4. kreeeeeeeeeeeeeeen

    BalasHapus